BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Alat komunikasi telpon adalah alat
komunikasi yang digunakan untuk
menyampaikan pesan suara (terutama pesan yang berbentuk percakapan). Kebanyakan
telepon beroperasi dengan menggunakan transmisi sinyal elektrik dalam jaringan
telepon sehingga memungkinkan pengguna telepon untuk berkomunikasi dengan
pengguna lainya.
Alat komunikasi ini sangat bermanfaat bagi
kehidupan manusia dalam berkomunikasi. Hal ini ditandai begitu pesatnya
perkembangan alat telpon dari awal ditemukan hingga sekarang. Faktanya begitu
jelas setiap orang pasti membutuhkan alat ini pada zaman maju sekarang ini guna
kebutuhan komunikasi dan informasi.
Berdasarkan paparan di atas, penyusun tertarik
untuk membahas dalam makalah ini yang judul bahasan Sejarah Perkembangan Alat
Komunikasi Telpon guna untuk lebih mengetahui lebih jelas bagaimana
perkembangan alat telpon ini dari awal ditemukan hingga sekarang.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana Sejarah Perkembangan Alat Komunikasi Telepon?
1.3 Tujuan
Pembuatan makalah ini ditujukan agar
dapat lebih
mengerti dan memahami bagaimana
perkembangan sejarah alat komunikasi bagian telpon, dan lebih mengerti pungsi
positif dari alat elektronik (alat komunikasi telepon).
1.4 Manfaat
Adanya makalah Sejarah Perkembangan Alat Komunikasi
Telepon ini diharapkan
dapat bermanfaat :
- Bagi pembaca, dapat memahami dan mengetahui perkembangan alat
komunikasi telepon.
- Sebagai referensi bagi pembaca untuk memahami alat komunikasi telpon.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Telepon
Telepon merupakan alat komunikasi yang digunakan
untuk menyampaikan pesan suara (terutama pesan yang berbentuk percakapan). Kebanyakan
telepon beroperasi dengan menggunakan transmisi sinyal listrik dalam jaringan
telepon sehingga memungkinkan pengguna telepon untuk berkomunikasi dengan
pengguna lainnya. Telepon berasal dari bahasa Yunani yaitu terdiri dari
buah kata yaitu “tele” yang berarti “jauh”, dan “phone” berarti bunyi.

Telepon merupakan pesawat atau alat penerima
getaran bunyi dari jarak jauh. Pengertian telepon dalam kehidupan
sehari-hari mengandung pengertian mikrofon dan telepon. Mikrofon berfungsi
sebagai pengirim suara (yang menghadap mulut), sedangkan telepon berfungsi yang
menerima suara (yang menempel pada telinga).
2.2 Prinsip Dasar Telepon
Ketika gagang telepon diangkat, posisi telepon menjadi off hook.
Lalu sirkuit terbagi menjadi dua jalur dimana bagian positifnya akan berfungsi
sebagai Tip yang menunjukkan angka nol sedangkan pada bagian negatif akan
berfungsi sebagai Ring yang menunjukkan angka -48V DC. Kedua jalur ini yang
nantinya akan memproses pesan dari sender untuk sampai ke receiver.
Agar dapat menghasilkan suara pada telepon, sinyal electrik ditransmisikan
melalui kabel telepon yang kemudian diubah menjadi sinyal yang dapat didengar
oleh telepon receiver. Untuk teknologi analog, transmisi sinyal analog
yang dikirimkan dari central office (CO) akan diubah menjadi transmisi digital.
Angka-angka sebagai nomer telepon merupakan frekuensi tertentu yang memiliki
satuan Hertz. Hubungan utama yang
ada dalam sirkuit akan menjadi on hook ketika dibuka, lalu akan muncul
getaran. Bunyi yang muncul di telepon penerima menandakan telepon telah siap
digunakan.
2.3 Sejarah telepon
2.3.1 Perkembangan
awal
- 1871, Natonio Meucci
mematenkan penemuannya yang disebut sound Telegraph. Penemuannya ini
memungkinkan adanya komunikasi dalam bentuk suara antara dua orang dengan
menggunakan perantara kabel.
- 1875, perusahaan
telekomunikasi The Bell mendapatkan hak paten atas penemuan Meucci yang disebut
transmitters and Receivers for Electric Telegraphs. Sistem ini
menggunakan getaran multiple baja untuk memberikan jeda pada sirkuit.
- 1876, perusahaan Bell
mematenkan Improvement in Telegraphy. Sistem ini memberikan metode untuk
mentransmisikan suara secara telegraf.
- 1877, The Charles Williams
Shop merupakan tempat dimana telepon pertama kali dibuat dengan pengawasan
Watson, yang selanjutnya menjadi departemen riset dan pengembangan dari
perusahaan telekomunikasi tersebut. Alexander Graham Bell terus memantau
produktivitas perusahaan tersebut sehingga pada akhir tahun sebanyak tiga ratus
telepon dapat digunakan. Perusahaan Bell juga telah mematenkan telepon electro-magnetic
yang menggunakan magnet permanen, diafragma besi, dan dering panggilan.
- 1878, papan pengganti secara
manual ditemukan sehingga memungkinkan banyak telepon terhubung melalui sebuah
saluran pertukaran. dibawah kepemimpinan Theodore N. Vail, perusahaan Bell
mempunyai 10.000 telepon yang dapat digunakan.
- 1880, sirkuit metalic
pertama dipasang. Sirkuit ini merupakan perbaharuan dari sirkuit one-wire
menjadi two-wire. Perbaharuan ini membantu mengurangi gangguan yang
seringkali dirasakan dengan penggunaan jalur one-wire.
- 1891, telepon dengan nomor
dial pertama kali digunakan. Telepon akan bekerja secara otomatis menghubungkan
penelepon ke operator dengan cara menekan nomor dial berdasarkan instruksi.
- 1915, telepon dengan sistem wireless
pertama kali digunakan. Sistem ini memudahkan pengguna telepon untuk saling
berhubungan lintas negara.
2.3.2 Awal Telepon Sebagai
Alat Komersial
- 1940, telepon mobile pertama
kali digunakan secara komersial. Inovasi ini sebelumnya digunakan sebagai alat
bantu perang untuk membidik tembakan dan meningkatkan kualitas radar. Selesai
perang, ratusan telepon dipasang dengan menggunakan sistem ini. Microwave
radio dipasang untuk hubungan
jarak jauh.
- 1959, telepon Princess pertama
kali diperkenalkan
- 1963, telepon dengan tombol
bersuara diluncurkan
- 1971, perusahaan
telekomunikasi mandiri diizinkan untuk mengemangkan sistem komunikasi yang
dikembangkan untuk bisnis. Berjuta-juta saluran telepon telah digunakan
masyarakat.
- 1983, Judge Harold Greene
dengan sukses mengungguli perusahaan Bell yang sebelumnya telah dicabut hak
monopolinya.
- 1899, AT&T atau The
American Telephone and Telegraph Company telah mandapatkan asset dan
mendapatkan hak paten dari perusahaan American Bell. AT&T didirikan tahun
1885 sebagai pemilik keseluruhan subsidi dari American Bell yang bertugas
mendirikan dan mengoperasikan jaringan telepon jarak jauh.
- 1913, amplifirers
elektric pertama kali dipraktekkan oleh AT&T. sistem ini memungkinkan
adanya hubungan telepon antar-benua.
- 1927, AT&T memulai
proyek layanan telepon lintas-atlantik di London dengan menggunakan dua jalur
radio. Namun proyek ini masih jauh dari ideal karena banyak terjadi gangguan
dalam radio, memiliki kapasitas yang kecil, dan biaya teleponnya yang mahal.
Kemudian proyek ini dipindahkan menjadi lintas-pasifik pada tahun 1964.
- 1969, pengguna telepon di
Amerika telah mencapai 90%. AT&T menjadi laboratorium sistem telepon paling
baik di dunia.
- 1990, pertumbuhan komputer
yang kemudian disusul dengan munculnya internet membuat pola pengiriman
pesan bergeser dari percakapan menjadi pengiriman data.
2.3.3 Telepon
Digital
Public Switched Telephone Network (PSTN) dilakukan
berdasarkan hubungan langsung antara sender dengan receiver yang harus
menggunakan kabel tembaga, serat optic, satellite, fixed
wireless, dan mobile wireless circuit. Penggunaan jaringan tersebut
melibatkan komponen dasar yaitu telepon, network access, central office
(CO), trunks and special circuit, dan customer premise equipment
(CPE).perkembangan PSTN sebagai sistem telepon digital telah meningkatkan
kapasitas dan kalitas jaringanya sehingga memungkinkan untuk menggunakan
beberapa saluran komunikasi dalam sebuah medium pertukaran.
2.3.4 Telepon IP
Telepon IP (Internet Protocol) merupakan telepon teknologi baru
yang menggunakan internet protocol dalam pengoperasiannya. Telepon IP ini dapat
digunakan untuk memindahkan hubungan untuk mengganti suara, mengirim fax,
paket video, dan bentuk penyampaian informasi lainnya yang telah digunakan pada
sistem telepon terdahulu. Telepon IP menggunakan koneksi internet untuk
mengirimkan data. Dalam perkembangannya, layanan telepon IP akan bekerja sama
dengan perusahaan telepon lokal, provider jarak jauh seperti AT&T,
perusahaan TV cabel, Internet Service Providers (ISPs), dan operator layanan
wireless. Telepon IP merupakan bagian penting dalam penggabungan antara
komputer, telepon, dan televise dalam satu lingkungan komunikasi. VoIP (Voice
over IP) adalah pengorganisasian untuk menstandardisasi telepon IP. VoIP
digunakan sebagai landasan untuk unified message (UM) dan unified
communications (UC). Tanpa VoIP, integrasi dari berbagai program server
akan sulit dilakukan. Jaringan yang ada pada IP bukan tipe yang siap untuk
menghadapi lalu lintas VoIP sistem LAN harus dibagi antara VLAN dengan pesan
suara dan data.
2.3.5 Jaringan Generasi Baru
Next-generation networks (NGN) mengubah
pendekatan “satu jaringan, satu layanan” menjadi
pengiriman berbagai layanan melalui satu jaringan. Didasarkan pada sistem internet
protocol (IP), NGN dibangun pada pengembangan jaringan broadband, Voice over IP
(VoIP), konvergensi fixed-mobile dan IP televisi (IPTV). Jaringan generasi baru
ini menggunakan sejumlah teknologi seperti nirkabel dan mobile, serat dan
kabel, atau dengan pembaharuan jalur tembaga yang ada. Negara yang telah
mengadopsi teknologi ini adalah negara-negara maju. Negara berkembang dapat
mengadopsi teknologi NGN ini dengan menggunakan akses broadband nirkabel
sehingga membuat pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dapat
menghilangkan hambatan untuk berinovasi dan berinvestasi. Dalam perkembangan
teknologi NGN, ada dua teknologi yang berperan pada jaringan berbasis transmisi
optik, yaitu SDH dan DWDM.
Kemampuan mengirimkan bandwidth pada SDH mencapai
STM-64 (10 Gbps), sedangkan pada DWDM adalah n x 2,5 Gbps atau n x 10 Gbps (n
adalah jumlah panjang gelombang). Resiko dari besarnya kapasitas kedua
teknologi ini adalah hilangnya informasi yang cukup besar saat terjadinya
kegagalan dalam pengiriman jaringan. Sistem proteksi yang umum digunakan dalam
NGN adalah proteksi perangkat, proteksi link, proteksi berdasarkan topologi,
dan proteksi kanal optik (DWDM). Pada sistem proteksi perangkat, sinyal dari
jalur kanal proteksi akan dibuang dan dialihkan ke kanal kerja jika sinyal yang
diterima dari jalur ujung pengiriman sudah bekerja secara benar. Pada sistem
proteksi link, link fisik yang digunakan menjadi pokok pengolahan proteksi.
Namun, proteksi yang digunakan dalam NGN sangat bergantung pada kebutuhan
jaringan itu sendiri. Keseluruhan tipe proteksi tersebut tidak ada yang
memenuhi semua kebutuhan proteksi NGN.
2.4
Telepon Genggam
Telepon selular (ponsel) atau telepon
genggam (telgam) atau handphone
(HP) adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan
dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun
dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu
disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless). Saat
ini Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu sistem GSM (Global System for Mobile Telecommunications) dan
sistem CDMA (Code Division Multiple Access). Badan yang mengatur
telekomunikasi seluler Indonesia adalah Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI).
2.4.1 Sejarah
Penemu
sistem telepon genggam yang pertama adalah Martin
Cooper, seorang karyawan Motorola pada
tanggal 03
April
1973, walaupun banyak disebut-sebut penemu telepon genggam
adalah sebuah tim dari salah satu divisi Motorola (divisi tempat Cooper
bekerja) dengan model pertama adalah DynaTAC. Ide yang dicetuskan oleh Cooper
adalah sebuah alat komunikasi yang kecil dan mudah dibawa bepergian secara
fleksibel.
Cooper bersama timnya menghadapi
tantangan bagaimana memasukkan semua material elektronik ke dalam alat yang
berukuran kecil tersebut untuk pertama kalinya. Namun akhirnya sebuah telepon
genggam pertama berhasil diselesaikan dengan total bobot seberat dua kilogram.
Untuk memproduksinya, Motorola membutuhkan biaya setara dengan US$1 juta. “Di
tahun 1983, telepon genggam portabel berharga US$4 ribu (Rp36 juta) setara
dengan US$10 ribu (Rp90 juta).
Setelah
berhasil memproduksi telepon genggam, tantangan terbesar berikutnya adalah
mengadaptasi infrastruktur untuk mendukung sistem komunikasi telepon genggam
tersebut dengan menciptakan sistem jaringan yang hanya membutuhkan 3 MHz
spektrum, setara dengan lima channel TV yang tersalur ke seluruh dunia.
Tokoh
lain yang diketahui sangat berjasa dalam dunia komunikasi selular adalah Amos
Joel Jr
yang lahir di Philadelphia, 12 Maret 1918, ia memang diakui dunia sebagai
pakar dalam bidang switching. Ia mendapat ijazah bachelor (1940) dan
master (1942) dalam teknik elektronik dari MIT. Tidak lama setelah studi, ia
memulai kariernya selama 43 tahun (dari Juli 1940-Maret 1983) di Bell Telephone Laboratories, tempat ia menerima lebih dari 70
paten Amerika di bidang telekomunikasi, khususnya di bidang switching. Amos E
Joel Jr, membuat sistem penyambung (switching) ponsel dari satu wilayah sel ke
wilayah sel yang lain. Switching ini harus bekerja ketika pengguna ponsel
bergerak atau berpindah dari satu sel ke sel lain sehingga pembicaraan tidak
terputus. Karena penemuan Amos Joel inilah penggunaan ponsel menjadi nyaman.
2.4.2 Fungsi
dan Fitur
Selain
berfungsi untuk melakukan dan menerima panggilan telepon, ponsel umumnya juga
mempunyai fungsi pengiriman dan penerimaan pesan singkat (short message
service, SMS). Ada pula penyedia jasa telepon genggam di beberapa negara yang
menyediakan layanan generasi ketiga (3G) dengan menambahkan jasa videophone, sebagai alat pembayaran, maupun
untuk televisi online di telepon genggam
mereka. Sekarang, telepon genggam menjadi gadget yang multifungsi. Mengikuti perkembangan teknologi digital, kini ponsel juga
dilengkapi dengan berbagai pilihan fitur, seperti bisa menangkap siaran radio dan televisi, perangkat lunak pemutar audio (MP3) dan video, kamera digital, game, dan layanan internet (WAP, GPRS, 3G). Selain fitur-fitur tersebut, ponsel sekarang sudah
ditanamkan fitur komputer. Jadi di ponsel tersebut, orang
bisa mengubah fungsi ponsel tersebut menjadi mini komputer. Di dunia bisnis,
fitur ini sangat membantu bagi para pebisnis untuk melakukan semua pekerjaan di
satu tempat dan membuat pekerjaan tersebut diselesaikan dalam waktu yang singkat.
Dewasa
ini, peranan ponsel sudah menjadi sebuah kebutuhan Primer Sehari-hari, berikut
kategori ponsel berdasarkan Fungsi :
-
Ponsel Bisnis Ponsel jenis ini ditujukan untuk
anda yang menginginkan perangkat bisnis dalam genggaman anda, biasanya ponsel
yang telah memiliki kemampuan ini tergolong ponsel pintar
"smartphone". Berbagai aplikasi bisnis terdapat dalam ponsel ini dan dapat
membuat pekerjaan kantor anda dapat dilihat dan dikerjakan dalam sebuah ponsel.
Ponsel Bisnis Ponsel jenis ini ditujukan untuk
anda yang menginginkan perangkat bisnis dalam genggaman anda, biasanya ponsel
yang telah memiliki kemampuan ini tergolong ponsel pintar
"smartphone". Berbagai aplikasi bisnis terdapat dalam ponsel ini dan dapat
membuat pekerjaan kantor anda dapat dilihat dan dikerjakan dalam sebuah ponsel.
-
Ponsel Hiburan Ponsel Jenis ini merupakan ponsel
berjenis multimedia, dimana semua aktivitas yang berhubungan dengan musik,
seni, foto, sosial dan lainnya dapat anda atasi dengan sebuah ponsel. Banyak
Ponsel jenis ini yang memiliki varian nya tersendiri, seperti Ponsel Musik,
Ponsel Kamera, dan Ponsel Internet Sosial.
-
Ponsel Fashion Ponsel jenis ini lebih banyak
mengandalkan tampilannya, dan dapat membuat pemiliknya sangat puas meskipun
dengan fitur yang terkesan "seadanya". Tetapi dibalik itu semua,
sebuah Ponsel Fashion dapat berharga berkali kali lipat dari harga ponsel
tercanggih. Dewasa ini dapat ditemukan ponsel yang berharga lebih mahal dari
harga sebuah kendaraan bahkan lebih mahal dari harga sebuah rumah.
- Ponsel Standar Ponsel jenis ini diperuntukan untuk
anda yang menginginkan ponsel yang simpel, fitur yang disematkan dalam ponsel
ini merupakan fitur inti, tanpa teknologi baru yang disematkan.
2.4.3 Perkembangan Telepon Genggam
- Generasi
0
Handie-talkie SCR536
Sejarah penemuan telepon seluler
tidak lepas dari perkembangan radio. Awal penemuan telepon seluler
dimulai pada tahun 1921 ketika Departemen Kepolisian Detroit Michigan mencoba
menggunakan telepon mobil satu arah. Kemudian, pada tahun 1928 Kepolisian
Detroit mulai menggunakan radio komunikasi satu arah regular pada semua mobil
patroli dengan frekuensi 2 MHz. pada perkembangan selanjutnya, radio komunikasi berkembang menjadi dua arah dengan ‘’frequency
modulated ‘’(FM).
Tahun 1940, Galvin Manufactory
Corporation (sekarang Motorola) mengembangkan portable Handie-talkie SCR536,
yang berarti sebuah alat komunikasi di medan perang saat perang dunia II. Masa
ini merupakan generasi 0 telepon seluler atau 0-G, dimana telepon seluler mulai
diperkenalkan.
Setelah
mengeluarkan SCR536,kemudian pada tahun 1943 Galvin Manufactory Corporation
mengeluarkan kembali partable FM radio dua arah pertama yang diberi nama SCR300
dengan model backpack untuk tentara U.S. Alat ini memiliki berat sekitar 35 pon
dan dapat bekerja secara efektif dalam jarak operasi 10 sampai 20 mil.
Sistem
telepon seluler 0-G masih menggunakan sebuah sistem radio VHF untuk menghubungkan telepon
secara langsung pada PSTN landline. Kelemahan sistem
ini adalah masalah pada jaringan kongesti yang kemudian memunculkan usaha-usaha
untuk mengganti sistem ini.
Generasi
0 diakhiri dengan penemuan konsep modern oleh insinyur-insinyur dari Bell Labs
pada tahun 1947. Mereka menemukan konsep penggunaan telepon hexagonal sebagai
dasar telepon seluler. Namun, konsep ini baru dikembangkan pada 1960-an.
- Generasi I
Telepon genggam generasi 1G
Telepon genggamgenerasi pertama
disebut juga 1G. 1-G merupakan telepon genggam pertama yang sebenarnya. Tahun
1973, Martin Cooper dari Motorola Corp menemukan telepon seluler pertama dan
diperkenalkan kepada public pada 3 April 1973. Telepon seluler yang ditemukan
oleh Cooper memiliki berat 30 ons atau sekitar 800 gram. Penemuan inilah yang
telah mengubah dunia selamanya. Teknologi yang digunakan 1-G masih bersifat
analog dan dikenal dengan istilah AMPS. AMPS menggunakan frekuensi antara 825 Mhz- 894 Mhz dan
dioperasikan pada Band 800 Mhz. Karena
bersifat analog, maka sistem yang
digunakan masih bersifat regional. Salah satu kekurangan generasi 1-G adalah
karena ukurannya yang terlalu besar untuk dipegang oleh tangan. Ukuran yang
besar ini dikarenakan keperluan tenaga dan performa baterai yang kurang baik.
Selain itu generasi 1-G masih memiliki masalah dengan mobilitas pengguna. Pada
saat melakukan panggilan, mobilitas pengguna terbatas pada jangkauan area
telpon genggam.
bersifat analog, maka sistem yang
digunakan masih bersifat regional. Salah satu kekurangan generasi 1-G adalah
karena ukurannya yang terlalu besar untuk dipegang oleh tangan. Ukuran yang
besar ini dikarenakan keperluan tenaga dan performa baterai yang kurang baik.
Selain itu generasi 1-G masih memiliki masalah dengan mobilitas pengguna. Pada
saat melakukan panggilan, mobilitas pengguna terbatas pada jangkauan area
telpon genggam.
- Generasi
II
Telepon genggam tahun 1996
Generasi kedua atau 2-G muncul pada
sekitar tahun 1990-an. 2G di Amerika sudah menggunakan teknologi CDMA, sedangkan di Eropa menggunakan
teknologi GSM. GSM menggunakan frekuensi standar 900 Mhz dan frekuensi 1800 Mhz. Dengan frekuensi
tersebut, GSM memiliki kapasitas pelanggan yang lebih besar. Pada generasi 2G sinyal analog sudah diganti dengan sinyal
digital. Penggunaan sinyal digital memperlengkapi telepon genggam
dengan pesan suara, panggilan tunggu, dan SMS. Telepon seluler pada generasi ini
juga memiliki ukuran yang lebih kecil dan lebih ringan karena penggunaan
teknologi chip digital. Ukuran yang lebih kecil juga
dikarenakan kebutuhan tenaga baterai yang lebih kecil. Keunggulan dari
generasi 2G adalah ukuran dan berat yang lebih kecil serta sinyal radio
yang lebih rendah, sehingga mengurangi efek radiasi yang membayakan pengguna.
- Generasi
III
Ponsel 3-G
Generasi
ini disebut juga 3G yang memungkinkan operator jaringan untuk memberi pengguna
mereka jangkauan yang lebih luas, termasuk internet sebaik video call
berteknologi tinggi. Dalam 3G terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi
yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000. Kelemahan dari generasi 3G ini adalah biaya yang
relatif lebih tinggi, dan kurangnya cakupan jaringan karena masih barunya
teknologi ini. Tapi yang menarik pada generasi ini adalah mulai dimasukkannya
sistem operasi pada ponsel sehingga membuat fitur ponsel semakin lengkap bahkan
mendekati fungsi PC. Sistem operasi yang digunakan antara lain Symbian, Android dan Windows Mobile.
- Generasi IV

Generasi ini disebut juga Fourth
Generation (4G). 4G merupakan sistem ponsel yang menawarkan pendekatan baru
dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi nirkabel yang telah
ada termasuk wireless broadband (WiBro), 802.16e, CDMA, wireless LAN, Bluetooth, dan lain-lain.
Sistem 4G berdasarkan heterogenitas jaringan
IP yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan beragam sistem kapan saja dan
di mana saja. 4G juga memberikan penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi,
kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas untuk menjelajahi berbagai
teknologi berbeda. Terakhir, 4G memberikan pelayanan pengiriman data cepat
untuk mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing,
online game, dan lain-lain.
2.4.4 Cara
Kerja
Didalam ponsel, terdapat sebuah pengeras suara, mikrofon, papan tombol, tampilan layar, dan powerful
circuit board dengan mikroprosesor yang membuat setiap telepon seperti komputer mini. Ketika berhubungan dengan
jaringan nirkabel, sekumpulan teknologi tersebut
memungkinkan penggunanya untuk melakukan panggilan atau bertukar data dengan
telepon lain atau dengan komputer.
Jaringan nirkabel beroperasi dalam
sebuah jaringan yang membagi kota atau wilayah kedalam sel-sel yang lebih
kecil. Satu sel mencakup beberapa blok kota atau sampai 250 mil persegi. Setiap
sel menggunakan sekumpulan frekuensi radio atau saluran-saluran untuk
memberikan layanan di area spesifik. Kekuatan radio ini harus dikontrol untuk
membatasi jangkauan sinyal geografis. Oleh Karena itu,
frekuensi yang sama dapat digunakan kembali di sel terdekat. Maka banyak orang
dapat melakukan percakapan secara simultan dalam sel yang berbeda di seluruh
kota atau wilayah, meskipun mereka berada dalam satu saluran.
Dalam
setiap sel, terdapat stasiun dasar yang berisi antena nirkabel dan perlengkapan
radio lain. Antena nirkabel dalam setiap sel akan menghbungkan penelepon ke
jaringan telepon lokal, internet, ataupun jaringan nirkabel lain. Antena nirkabel mentransimiskan sinyal. Ketika ponsel dinyalakan, telepon akan mencari sinyal untuk mengkonfirmasi bahwa layanan telah tersedia. Kemudian
telepon akan mentransmisikan nomor identifikasi tertentu, sehingga jaringan
dapat melakukan verifikasi informasi konsumen- seperti penyedia layanan
nirkabel, dan nomor telepon.
·
Panggilan
dari telepon genggam ke telepon rumah
Ketika
melakukan panggilan dari ponsel ke telepon rumah biasa, panggilan tersebut akan
berjalan-jalan di melalui
antena nirkabel terdekat dan akan diubah oleh penghantar nirkabel' ke sistem
telepon landline tradisional. Panggilan tersebut kemudian akan langsung
diarahkan ke jaringan telepon tradisional dan ke orang yang menjadi tujuan
panggilan.
·
Panggilan
dari Ponsel ke Ponsel
Ketika
melakukan panggilan dari ini, panggilan akan dirutekan melalui jaringan landline
kepada pengantar nirkabel penerima atau akan dirutekan dalam jaringan nirkabel'
ke tempat sel terdekat dengan orang yang menjadi tujuan panggilan. Pada saat
berbicara di ponsel, maka telepon genggam akan menangkap suara dan mengubah
suara menjadi energi frekuensi radio (gelombang radio). gelombang radio
akan berjalan melalui udara hingga menemukan penerima di stasiun dasar
terdekat. Stasiun dasar kemudian akan mengirimkan panggilan tersebut melalui jaringan nirkabel hingga sampai pada orang
yang menjadi tujuan telepon.
·
Panggilan jarak
jauh
Ketika
melakukan panggilan terhadap seseorang yang berada sangat jauh, panggilan akan
dirutekan pada pusat pertukaran jarah jauh, yang menyambungkan panggilan antar
negara atau seluruh dunia melaui kabel fiber optic.
2.5 Jenis Jenis Telepon
Ditinjau dari peletakannya, ada macam-macam telepon yang digunakan pada
suatu organisasi, antara lain sebagai berikut:
a.
Telepon meja (tablephone), yaitu
telepon yang diletakkan di atas meja.
b.
Telepon dinding (wallphone),
yaitu telepon yang diletakkan pada dinding.
c.
Telepon mobil, kapal, atau
pesawat.
Sedangkan dari segi kapasitas atau kemampuan peralatan yang digunakan
pesawat telepon, macamnya adalah sebagai berikut
a)
Satu jalur telepon (single line
telephone), bisa dengan sistem tuts atau putarangka. Jenis telepon ini banyak
digunakan oleh masyarakat yang memiliki fasilitas telepon di rumah.
b)
Telepon dengan banyak tuts (multi
button telephone), melalui pesawat ini hubungan telepon masuk dapat diatur
penyampaiannya kepada orang yang dipanggil. Jenis telepon ini banyak digunakan
pada organisasi-organisasi.
c)
Sistem hunting, yaitu satu nomor
telepon dapat digunakan secara serentak untuk beberapa saluran.
d)
Telepon dengan pengeras suara
(loudspeaking telephone), yaitu telepon yang tidak perlu dipegang sewaktu
berbicara.
Sementara itu, hubungan telepon ditinjau dari segi jarak jangkauannya
dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:
a.
Hubungan lokal
(setempat), yaitu hubungan yang dilakukan pada lingkup daerah tertentu,
misalnya daerah Bandung. Pada hubungan ini tidak perlu menggunakan atau memutar
kode area tempat yang dituju.
b.
Hubungan
interlokal, yaitu hubungan telepon antara dua orang yang jaraknya cukup jauh,
misalnya antarkota atau antarprovinsi, namun tetap dalam satu negara. Untuk
melakukan hubungan ini, terlebih dahulu seseorang harus menekan atau memutar
nomor kode wilayah tempat yang dituju.
c.
Hubungan
internasional, yaitu hubungan telepon dua orang yang jaraknya melewati batas
negara. Untuk melakukan hubungan ini, seseorang harus menekan nomor kode
sambungan internasional negara yang dituju.
2.6 Klasifikasi Pesawat Telepon dan Fungsi Tombol pada
Telepon
Berdasarkan klasifikasinya,telepon dapat dibedakan menjadi empat, yaitu
telepon yang menggunakan sistem sambungan, telepon yang menggunakan sistem
dialing, telepon yang menggunakan mekanisme mesin dan telepon yang menggunakan
fasilitas sambungan.
a.
Telepon yang menggunakan sistem sambungan
Telepon yang menggunakan
sistem sambungan ada dua macam yaitu sistem manual dan sistem otomatis.Pesawat
telepon yang menggunakan sistem manual memerlukan tenaga operator mengakibatkan
ketidakefi sienan dalam melakukan pekerjaan, sedangkan telepon yang
menggunakan sistem otomatis tidak memerlukan operator.
b. Telepon
yang menggunakan sistem dialing
Telepon yang menggunakan sistim dialing terdiri dari dua macam, yaitu
telepon yang digunakan dengan cara memutar atau menekan tombol tombol angka.
c.
Telepon yang menggunakan mekanisme mesin
Terdiri dari dua macam, yaitu telepon digital dan telepon non digital.
Telepon digital biasanya dipergunakan pada kantor-kantor yang sudah modern.
d. Telepon
yang menggunakan fasilitas sambungan
Telepon yang menggunakan fasilitas sambungan dengan menggunakan kabel,
satelit dan stasiun microwave. Contoh telepon yang menggunakan fasilitas sistem
sambungan satelit adalah telepon WWL (WarellessLine) atau telepon
radio,sedangkan telepon yang menggunakan sambungan dengan stasiun microwave
ialah telepon selular (hand phone).
e. Telepon digital
Telepon jenis digital lebih banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan
saat ini, hal ini dikarenakan telepon jenis digital mempunyai beberapa
keunggulan antara lain:
Mempunyai layar/display
yang dapat menunjukan:
-
Jam, tanggal, bulan dan tahun
pembicaraan telepon
-
Lamanya pembicaraan telepon
-
Nomor telepon yang dituju
-
Mempunyai fungsi sebagai interkom
dan radio panggil.
-
Mempunyai speaker phone tambahan,
sehingga pada saat menelepon tidak perlu mengangkat gagang telepon.
-
Mempunyai handset, yaitu
fasilitas yang memungkinkan orang tidak memungkinkan mengangkat gagang telepon
pada saat menerima telepon.
-
Mempunyai kapasitas yang lebih
besar dalam menyimpan nomor telepon.
-
Mempunyai fasilitas three
party, yaitu berbicara dengan tiga orang sekaligus.
-
Memuat 1 – 8 line telepon dan 1 –
16 ekstensi.
-
Dapat memindahkan panggilan
secara otomatis.
-
Mempunyai fungsi nada sela
sehingga dapat menerima panggilan tanpa memutuskan pembicaraan.
2.6.1 Fungsi Tombol Pada Telepon
Macam-macam tombol
pesawat telepon dan fungsinya :
- Gagang
Telepon, gagang telepon bagian atas berfungsi untuk mendengarkan dan gagang
telepon bagian bawah berfungsi untuk berbicara.
- Tombol LNR, tombol ini berfungsi untuk
memutar kembali nomor terakhir yang dituju.
- Tombol FLASH, tombol ini berfungsi
untuk mendapatkan pilihan nada.
- Tombol
Hold, tombol ini berfungsi untuk menunda pembicaraan tanpa menutup
telepon atau memutuskan hubungan. Bisa juga digunakan untuk menghubungkan
antara penelpon yang satu dengan yang lainnya.
- Kartu
Memori, tombol ini berfungsi untuk mencatat nomor telepon yang telah
disimpan dalam speed dialing.
- Tombol
Speaker Phone, tombol ini berfungsi untuk mendengarkan lawan bicara
tanpa mengangkat gagang telepon.
- Tombol
Pause, tombol ini berfungsi untuk menghentikan pembicaraan sementara
dalam telepon.
- Layar
LCD, tombol ini menampilkan layar yang berisi nomor telepon yang
dipanggil, hari, tanggal, bulan, tahun dan lain-lain.
- Tombol
Pengatur Suara Speaker, tombol ini berfungsi untuk mengatur tinggi
rendahnya suara.
- Tombol
Auto Memory, tombol ini berfungsi apabila kita ingin memanggil nomor
telepon yang telah diprogram.
- Tombol
Auto Answer, tombol ini berfungsi untuk mengangkat telepon tanpa harus
mengangkat handset atau menekan tombol speaker phone.
- Tombol
Intercorm, tombol ini akan menyala jika ada hubungan telepon antara ekstensi
yang satu dengan ekstensi yang lainnya.
2.7 Sistem Operasi pada Telepon
Genggam
2.7.1 Symbian OS
Symbian OS adalah sistem operasi tak bebas yang dikembangkan oleh Symbian Ltd. yang dirancang
untuk digunakan peralatan bergerak (mobile). Pada tahun 1980, berdiri perusahaan pengembang
software Psion yang didirikan oleh David Potter. Produk dari perusahaan itu
diberi nama EPOC. Sistem operasi ini lebih difokuskan pada penggunaannya di
telepon bergerak. Pada tahun 1998,
terjadi sebuah kerjasama antara perusahaan Ericsson, Nokia,
Motorola dan Psion untuk
mengeksplorasi lebih jauh kekonvergensian antara PDA dan telepon selular yang diberi nama Symbian. Pada tahun 2004 Psion menjual sahamnya dan hasil
kerjasama ini menghasilkan EPOC Release 5 yang kemudian dikenal dengan nama
Symbian OS v5. Sistem operasi dari Symbian OS v5 itu sudah mulai
mengintegrasikan kebutuhan implementasi aplikasi pada perangkat seperti PDA
selain telepon seluler.
Kemudian muncul perangkat yang dinamakan smartphone dan muncullah pula
versi-versi terbaru dari Symbian OS hingga ada yang disebut dengan Symbian v6.0
atau yang lebih terkenal dengan nama ER6 yang merupakan versi pertama dari
Symbian OS. Sifatnya terbuka karena pada sistem ini dapat dilakukan instalasi perangkat lunak
oleh berbagai pengembang aplikasi. Pada awal tahun 2005, muncul Symbian OS v9.1 dengan sistem keamanan platform
baru yang dikenal sebagai capability-based security. Sistem keamanan ini
mengatur hak akses bagi aplikasi yang akan diinstal pada peralatan dalam hal
mengakses API.
Muncul pula yang disebut dengan Symbian OS v9.2 yang melakukan
perbaharuan pada teknologi konektifitas Bluetooth dengan digunakannya Bluetooth v.2.0. Sedangkan
yang terbaru, Symbian mengeluarkan Symbian OS v9.3 (dirilis pada tanggal 12
Juli 2006) telah mengusung teknologi wifi 802.11 dan HSDPA sebagai bagian dari komponen
standarnya.
2.7.2 Android OS
Android adalah sistem operasi berbasis Linux yang dirancang untuk
perangkat seluler layar
sentuh seperti telepon pintar dan komputer tablet.
Android awalnya dikembangkan oleh Android, Inc., dengan dukungan finansial dari
Google, yang kemudian
membelinya pada tahun 2005.
Sistem operasi ini dirilis secara resmi pada tahun 2007, bersamaan dengan
didirikannya Open Handset Alliance,
konsorsium dari perusahaan-perusahaan perangkat
keras, perangkat lunak, dan telekomunikasi yang bertujuan untuk memajukan standar terbuka perangkat
seluler. Ponsel Android
pertama mulai dijual pada bulan Oktober 2008.
Faktor-faktor di atas telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan
Android, menjadikannya sebagai sistem operasi telepon pintar yang paling banyak
digunakan di dunia, mengalahkan Symbian
pada tahun 2010. Android juga menjadi pilihan bagi perusahaan teknologi yang
menginginkan sistem operasi berbiaya rendah, bisa dikustomisasi, dan ringan
untuk perangkat berteknologi tinggi tanpa harus mengembangkannya dari awal.
Akibatnya, meskipun pada awalnya sistem operasi ini dirancang khusus untuk
telepon pintar dan tablet, Android juga dikembangkan menjadi aplikasi tambahan
di televisi, konsol permainan, kamera digital,
dan perangkat elektronik lainnya. Sifat Android yang terbuka telah mendorong
munculnya sejumlah besar komunitas pengembang aplikasi untuk menggunakan kode
sumber terbuka sebagai dasar proyek pembuatan aplikasi, dengan menambahkan
fitur-fitur baru bagi pengguna tingkat lanjut atau mengoperasikan Android pada
perangkat yang secara resmi dirilis dengan menggunakan sistem operasi lain.
Android, Inc. didirikan di Palo Alto, California, pada bulan Oktober
2003 oleh Andy Rubin
(pendiri Danger), Rich Miner (pendiri Wildfire
Communications, Inc.), Nick Sears (mantan VP T-Mobile), dan Chris White (kepala desain dan pengembangan
antarmuka WebTV) untuk mengembangkan
"perangkat seluler pintar yang lebih sadar akan lokasi dan preferensi
penggunanya".Tujuan awal pengembangan Android adalah untuk mengembangkan
sebuah sistem operasi canggih yang diperuntukkan bagi kamera digital,
namun kemudian disadari bahwa pasar untuk perangkat tersebut tidak cukup besar,
dan pengembangan Android lalu dialihkan bagi pasar telepon pintar untuk
menyaingi Symbian dan Windows Mobile
(iPhone Apple belum dirilis
pada saat itu).
2.7.3 Blackberry OS
BlackBerry OS adalah milik Sistem Operasi Mobile,
yang dikembangkan oleh Research In Motion untuk perusahaan BlackBerry garis smartphone perangkat
genggam. Sistem operasi menyediakan multitasking dan
mendukung perangkat input khusus yang telah diadopsi oleh RIM untuk digunakan
dalam handheld, khususnya trackwheel, trackball, dan yang paling
baru, yang trackpad dan touchscreen.
Platform BlackBerry mungkin paling dikenal karena dukungan asli untuk
email perusahaan, melalui MIDP 1.0 dan, baru-baru ini, sebuah
subset dari MIDP 2.0, yang memungkinkan aktivasi nirkabel lengkap dan
sinkronisasi dengan Microsoft Exchange, Lotus Domino, atau Novell GroupWise email,
kalender, tugas, catatan, dan kontak, bila digunakan dengan [[BlackBerry
Enterprise Server].] Sistem operasi juga mendukung WAP 1.2.
Pembaruan sistem operasi dapat secara otomatis tersedia dari
operator nirkabel yang mendukung BlackBerry atas memuat perangkat lunak udara
(OTASL) layanan.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan
pembahasan pada Bab II, maka dapat penyusun simpulkan bahwa alat komunikasi
telpon adalah merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk
menyampaikan pesan suara (terutama pesan yang berbentuk percakapan). Kebanyakan
telepon beroperasi dengan menggunakan transmisi sinyal elektrik dalam jaringan
telepon sehingga memungkinkan pengguna telepon untuk berkomunikasi dengan
pengguna lainya.
Telepon
selular (ponsel) atau telepon genggam (telgam) atau handphone (HP)
adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan
dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun
dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu
disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless). Saat
ini Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu sistem GSM (Global System for Mobile Telecommunications) dan
sistem CDMA (Code Division Multiple Access). Badan yang mengatur
telekomunikasi seluler Indonesia adalah Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI).
Telpon
dan telpon genggam (handphone HP) mempunyai fungsi yang sama dan ada
juga perbedaan dalam penggunaannya maupun fiturnya kedua alat komunikasi
tersebut telah dibahas juga sejarah perkembangannya dari awal ditemukan hingga
perkembangan pada saat ini.
B. Saran
Demikianlah
makalah yang kami buat, dengan bekal pengetahuan dasar tentang hal-hal yang
kami sampaikan, diharapkan pembaca dapat mengerti secara intens pada pembahasan
yang dibicarakan. Namun kami sebagai penyusun makalah ini menyadari masih
banyak kekurangan dalam makalah ini, maka kami harapkan kritik dan sarannya
yang bersifat membangun dari pembaca guna untuk perbaikan makalah yang akan
datang. Kami juga berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Deniz. 2009. Telpon. http://deniz.ucoz.com/news/sejarah_telepon/2009-10-31-36. Diakses 07 Desember 2011 Jam 14:00
WIB.
Wikipedia. 2010. Sejarah Telpon
Genggam. http://id.wikipedia.org/wiki/ Telepon_genggam. Diakses 07
Desember 2011 Jam 14:00 WIB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar